Tanggamus (Medinas_News) — Kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak hanya tumbuh di tengah pusat perkotaan. Di Kabupaten Tanggamus, perhatian terhadap masa depan generasi muda juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang memilih untuk melihat lebih jauh kondisi pendidikan hingga ke wilayah pelosok.
Dua di antaranya adalah Budi Utomo dan Sulaiman, tokoh masyarakat Tanggamus yang selama ini menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan. Keduanya turut hadir dalam momentum kunjungan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Laila Soraya, S.Sos., M.M., ke Pekon Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa, Kamis (10/9/2026).

Kehadiran mereka bukan sekadar menghadiri sebuah kunjungan. Bagi Budi Utomo dan Sulaiman, persoalan pendidikan di Way Asahan menyentuh langsung masa depan anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.
Pekon Way Asahan yang tergolong wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan, khususnya untuk jenjang SMA atau sederajat. Kondisi itu menjadi keprihatinan tersendiri, mengingat banyak anak-anak dan orang tua di wilayah tersebut memiliki keinginan kuat agar pendidikan menengah dapat tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Budi Utomo mengatakan, pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun masa depan Kabupaten Tanggamus. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah yang infrastrukturnya sudah berkembang, tetapi juga harus menyentuh masyarakat di pelosok dan wilayah 3T.
“Saya melihat ini sebagai persoalan kemanusiaan dan masa depan anak-anak kita. Mereka punya cita-cita, mereka punya semangat untuk sekolah. Orang tua mereka juga ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu, kita semua harus punya kepedulian terhadap pendidikan, terutama di daerah yang aksesnya masih terbatas seperti Way Asahan,” ujar Budi.
Menurutnya, keterbatasan wilayah tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan.
“Jangan sampai karena tinggal di daerah yang jauh dan tergolong 3T, anak-anaknya kemudian kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Mereka adalah bagian dari generasi Tanggamus. Masa depan mereka juga merupakan masa depan Kabupaten Tanggamus,” katanya.
Budi mengapresiasi langkah Disdikbud Provinsi Lampung yang turun langsung melihat kondisi Way Asahan dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia berharap perhatian tersebut dapat terus berlanjut hingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal senada disampaikan Sulaiman. Ia mengatakan, dirinya merasa terpanggil untuk ikut memberikan perhatian terhadap persoalan pendidikan karena melihat langsung besarnya harapan masyarakat Way Asahan.
“Yang membuat kita terharu adalah melihat semangat orang tua dan anak-anak di sini. Mereka sangat berharap ada pendidikan SMA atau sederajat yang bisa mereka akses dengan lebih mudah. Ini bukan sekadar permintaan fasilitas, tetapi sebuah harapan agar anak-anak mereka bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkap Sulaiman.
Ia menilai, hadirnya pemerintah di tengah masyarakat Way Asahan merupakan sesuatu yang sangat berarti. Terlebih, wilayah tersebut memiliki tantangan geografis yang tidak ringan.
“Kita sangat mengapresiasi kedatangan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik. Kalau pendidikan bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat, tentu akan sangat membantu anak-anak dan orang tua di Way Asahan,” ujarnya.
Sulaiman juga berharap kepedulian terhadap pendidikan di Way Asahan mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Ia secara khusus berharap Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., dapat terus memberikan perhatian terhadap pembangunan pendidikan, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Kami tentu berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus, khususnya Bapak Bupati Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, juga memberikan support terhadap dunia pendidikan di wilayah-wilayah seperti Way Asahan. Kami percaya pemerintah daerah memiliki perhatian besar terhadap masa depan anak-anak Tanggamus. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak perhatian dan bantuan yang bisa diberikan untuk pendidikan di daerah pelosok,” tutur Sulaiman.
Menurutnya, pembangunan pendidikan harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Ketika pemerintah membantu menghadirkan akses pendidikan di daerah yang sulit dijangkau, maka yang dibangun bukan hanya sekolah, melainkan juga kualitas sumber daya manusia.
Budi Utomo dan Sulaiman berharap langkah awal yang dilakukan Disdikbud Provinsi Lampung dapat menjadi momentum semakin kuatnya perhatian seluruh pihak terhadap pendidikan di Tanggamus.
Terlebih, kepastian akan dibukanya satu kelompok belajar atau satu rombongan belajar SMA Terbuka di Way Asahan pada tahun depan menjadi kabar yang sangat dinantikan masyarakat.
Bagi kedua tokoh masyarakat tersebut, pendidikan adalah urusan bersama. Pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh elemen Tanggamus memiliki peran untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan tempat tinggal.
Dari Way Asahan yang berada di wilayah 3T, harapan itu kini kembali menyala. Harapan para orang tua agar anak-anak mereka bisa terus sekolah, harapan anak-anak untuk mengejar cita-cita, dan harapan agar pembangunan pendidikan di Kabupaten Tanggamus benar-benar dirasakan hingga pelosok.
Jurnalis : (Erwin).