Pesisir Barat (Medinas_News) — Polemik pernyataan Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Pesisir Barat, Febri Handeki, yang belakangan beredar di sejumlah media online akhirnya mendapat respons tegas dari DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat.
Melalui Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan, Yosep Fernando, DPD Partai Golkar Pesisir Barat meluruskan bahwa pernyataan yang disampaikan Febri Handeki tersebut tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi organisasi, baik AMPI maupun Partai Golkar.
Yosep menegaskan, AMPI merupakan salah satu organisasi sayap Partai Golkar. Karena itu, setiap sikap maupun pernyataan yang membawa nama organisasi harus tetap berjalan sesuai aturan, mekanisme, serta ketentuan yang telah ditetapkan dalam organisasi.
“Kami perlu meluruskan persoalan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pernyataan yang disampaikan oleh Ketua AMPI Pesisir Barat itu tidak melalui mekanisme organisasi sebagaimana yang diatur dalam AD/ART Partai Golkar maupun aturan organisasi AMPI. Jadi, pernyataan tersebut tidak bisa serta-merta dianggap sebagai sikap resmi organisasi,” tegas Yosep.
Menurutnya, Partai Golkar merupakan partai kader yang memiliki mekanisme internal dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan di antara kader maupun organisasi sayap.
Ia menilai, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut semestinya disampaikan melalui ruang dan jalur internal yang telah tersedia, bukan justru muncul ke ruang publik dengan membawa nama kelembagaan tanpa adanya keputusan organisasi.
“Kalau ada perbedaan pandangan, silakan disampaikan. Kami tidak alergi terhadap kritik maupun perbedaan pendapat. Tetapi ada mekanisme yang harus dihormati. Jangan sampai pernyataan pribadi kemudian dipersepsikan masyarakat sebagai sikap resmi AMPI atau Partai Golkar. Itu yang harus kami luruskan,” ujarnya.
Yosep kembali menegaskan bahwa pernyataan Febri Handeki merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat maupun sikap resmi AMPI Pesisir Barat.
“Kami tegaskan, itu adalah pernyataan pribadi saudara Febri Handeki. Tidak mewakili sikap resmi AMPI Pesisir Barat dan tidak mewakili sikap resmi Partai Golkar Pesisir Barat dalam bentuk apa pun. Partai memiliki mekanisme dan keputusan organisasi yang harus menjadi pijakan bersama,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader Partai Golkar dan organisasi sayap agar menjaga etika berorganisasi serta tidak mengambil langkah yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan kebingungan di tengah masyarakat.
“Partai Golkar adalah partai kader. Artinya, setiap kader memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu justru merusak soliditas dan menimbulkan kegaduhan. Semua harus dikembalikan kepada aturan dan mekanisme organisasi,” pungkas Yosep.
Di tengah dinamika tersebut, DPD Partai Golkar Pesisir Barat memastikan akan tetap fokus menjalankan kerja-kerja politik dan sosial untuk kepentingan masyarakat serta konsisten menjalankan kebijakan dan keputusan partai.
Menutup pernyataannya, Yosep menyampaikan sebuah filosofi yang menurutnya penting menjadi pegangan dalam menjalankan organisasi.
“Ada filosofi yang harus kita tanam bersama. Lebih baik hidup seperti angin, bergerak tanpa ingin terlihat. Tidak semua hal harus dipertontonkan, tidak semua perbedaan harus menjadi kegaduhan. Yang paling penting adalah bagaimana kita tetap bergerak, bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa harus sibuk menunjukkan bahwa kita sedang bekerja,” tutupnya.
Jurnalis : (Red).