Hampir 8 Bulan Mangkrak, KDMP Rantau Tijang Terus Membisu, Warga Pertanyakan Kapan Pembangunan Dilanjutkan

DAERAH HOME LAMPUNG PROVINSI Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Harapan masyarakat terhadap hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, perlahan berubah menjadi tanda tanya besar.

Pembangunan yang berada di lokasi dengan luas lebih dari 1.000 meter persegi itu disebut telah terhenti selama kurang lebih delapan bulan. Hingga kini, kondisi bangunan masih terlihat belum menunjukkan perkembangan berarti, seolah berhenti di tengah jalan dan dibiarkan menghadapi waktu.

Pemandangan tersebut tentu menjadi ironi. Ketika program KDMP di berbagai daerah mulai diarahkan untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, lokasi pembangunan KDMP di Rantau Tijang justru masih menyisakan bangunan yang belum selesai dan terkesan terbengkalai.

Program KDMP sendiri digagas sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa, termasuk menyediakan berbagai layanan dan unit usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Pemerintah pusat juga menargetkan implementasi koperasi tersebut mulai berjalan pada 2026.

Namun, harapan itu terasa jauh bagi masyarakat Rantau Tijang. Hampir delapan bulan berlalu, pembangunan belum juga kembali menggeliat.

Di tengah kondisi tersebut, suara keprihatinan mulai muncul dari masyarakat. Tokoh masyarakat, Budi Utomo, mengaku prihatin melihat kondisi pembangunan KDMP yang hingga kini belum kunjung dilanjutkan.

Menurutnya, pembangunan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Di baliknya terdapat harapan masyarakat agar KDMP benar-benar dapat menjadi wadah untuk menggerakkan perekonomian dan memberikan manfaat bagi warga.

“Sedih kita melihatnya. Sudah hampir delapan bulan pembangunan seperti ini. Sementara kita berharap KDMP ini nantinya bisa berjalan dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Kalau pembangunannya berhenti seperti ini, tentu masyarakat bertanya-tanya, kapan akan dilanjutkan?” ujar Budi Utomo, Minggu (20/09/2026).

Ia berharap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan yang sudah dimulai seharusnya memiliki kejelasan mengenai kelanjutan pekerjaannya sehingga tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Kami berharap pembangunan ini segera digencarkan kembali, segera dimulai lagi. Jangan sampai bangunan yang sudah ada justru semakin lama semakin terbengkalai. Masyarakat tentu ingin melihat ada perkembangan, bukan hanya melihat bangunan yang diam begitu saja,” tegasnya.

Budi menambahkan, masyarakat pada dasarnya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Warga hanya ingin program yang telah direncanakan dan mulai dibangun tersebut dapat diselesaikan sehingga benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.

“Kalau memang ini untuk kepentingan masyarakat dan untuk menggerakkan ekonomi desa, tentu kami sangat mendukung. Tetapi kami juga berharap ada kepastian. Jangan sampai semangat masyarakat menunggu terlalu lama, sementara bangunannya tidak kunjung selesai,” katanya.

Kondisi KDMP Rantau Tijang kini menjadi pemandangan yang cukup memprihatinkan. Di satu sisi, program tersebut membawa nama besar pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Namun di sisi lain, bangunan yang seharusnya menjadi simbol harapan justru terlihat seperti menyimpan cerita pembangunan yang terhenti.

Warga pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lebih lama. Sebab semakin lama pembangunan dibiarkan tanpa kejelasan, semakin besar pula kekhawatiran masyarakat bahwa fasilitas yang semestinya menjadi pusat kegiatan ekonomi justru berubah menjadi bangunan yang kehilangan fungsi.

Kini, harapan masyarakat sederhana: pembangunan KDMP Rantau Tijang kembali dimulai, dikebut hingga selesai, dan tidak lagi dibiarkan berdiri dalam kesunyian. Karena bagi masyarakat, bangunan itu bukan sekadar tembok dan atap, melainkan sebuah harapan agar roda ekonomi desa benar-benar bergerak dan manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *