Tanggamus (Medinas_News) — Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Tanggamus Tahun 2026, Selasa (06/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai satuan pendidikan tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Tanggamus, yang di laksanakan selama dua hari Tanggal 6 dan 7 Oktober 2026.
Mengusung tema “Bertutur dengan Cerita, Berkarakter dengan Literasi, Berbudaya untuk Tanggamus”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam menanamkan budaya literasi kepada anak-anak sejak usia dini.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus, Aria Resukia, S.T., M.M., mengatakan bahwa lomba bertutur bukan semata-mata ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun kegemaran membaca sekaligus meningkatkan kemampuan anak dalam memahami dan menyampaikan informasi.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi adalah bagaimana anak mampu memahami informasi, mengolah pengetahuan, menyampaikan gagasan, serta membangun karakter melalui apa yang mereka baca dan pelajari,” ujar Aria.
Menurutnya, melalui kegiatan bertutur, anak-anak dilatih untuk memahami isi cerita, menangkap pesan moral, menghayati karakter tokoh, sekaligus berani tampil dan berkomunikasi di hadapan orang lain.
“Melalui lomba bertutur ini, anak-anak kita belajar memahami cerita, mengekspresikan tokoh dan suasana, kemudian menyampaikannya dengan bahasa yang baik, menarik dan penuh percaya diri. Ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif dan berkarakter,” katanya.
Aria berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus, Ny. Hj.Siti Mahmudah Saleh, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Tanggamus Tahun 2026.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting karena dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus kecintaan terhadap buku dan cerita.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Lomba Bertutur ini. Anak-anak bukan hanya belajar bercerita, tetapi juga belajar berani tampil, percaya diri, memahami pesan dari sebuah cerita, dan menyampaikan nilai-nilai positif kepada orang lain,” tutur Siti Mahmudah.
Menurut Bunda Literasi, budaya membaca dan literasi perlu ditanamkan sejak usia dini karena akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Mari kita tanamkan budaya literasi sejak dini. Jangan melihat anak-anak hanya dari siapa yang menjadi juara. Keberanian mereka untuk tampil, kemauan untuk belajar, dan pengalaman yang mereka dapatkan hari ini merupakan bagian dari proses untuk menjadi generasi Tanggamus yang cerdas, berkarakter dan berbudaya,” ujarnya.
Ia juga mengajak sekolah, orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendorong anak gemar membaca dan mencintai berbagai bentuk literasi.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan dikembangkan. Sekolah, keluarga dan masyarakat harus bersama-sama memberikan ruang kepada anak-anak untuk membaca, bercerita, berkreasi dan mengembangkan potensi mereka,” tambahnya.
Lomba Bertutur tahun ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Tanggamus yang tidak hanya memiliki kemampuan literasi yang baik, tetapi juga mempunyai karakter, kreativitas, keberanian dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Sebanyak 50 peserta yang hadir pun diharapkan tidak menjadikan perlombaan hanya sebagai upaya meraih juara. Lebih dari itu, mereka menjadi bagian dari duta kecil literasi yang membawa semangat membaca, bercerita, berkreasi dan berkarakter.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kotaagung Adi Putra, Lurah Kuripan, Kabid Pembinaan, Pengembangan Perpustakaan dan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus Johan Wahyudi, S.T., M.T., serta jajaran terkait lainnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap gerakan literasi dapat terus tumbuh dan berkembang di seluruh satuan pendidikan, sehingga tercipta generasi penerus yang cerdas, percaya diri, berkarakter, berbudaya dan memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan serta membaca.
Jurnalis : (Erwin).