Tanggamus (Medinas_News) — Komitmen mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja kembali dibuktikan SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Melalui kerja sama dengan PT Tri Tunggal Nuansa Primatama, sekolah tersebut melaksanakan pelepasan 103 Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada Sabtu (10/10/2026).
Dengan 10 peserta menuju Jepang dan peserta lainnya menuju Malaysia. Langkah ini menjadi bukti nyata upaya sekolah membuka peluang kerja bagi lulusan, sekaligus mengantarkan generasi muda meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan pelepasan yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta sebelum memulai perjalanan menuju dunia kerja di luar negeri. Khusus bagi 10 peserta yang menuju Jepang, kesempatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperoleh pengalaman profesional, mengembangkan keterampilan, serta membangun kemandirian.
Sementara itu, peserta lainnya juga diharapkan mampu menjalankan pekerjaan di Malaysia dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung, Saipi Samba S.Kom, menegaskan bahwa sekolah kejuruan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masa depan peserta didiknya. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mempersiapkan siswa agar mempunyai keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
“Harapan kami, anak-anak setelah lulus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk bekerja. Kami ingin mereka memiliki masa depan yang jelas, bisa mandiri, membantu keluarga, dan membanggakan orang tua,” ujar Saipi Samba dalam draf pernyataan untuk dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, peluang kerja di luar negeri menjadi salah satu upaya sekolah memperluas kesempatan bagi para lulusan. Penempatan 10 peserta ke Jepang diharapkan menjadi pintu bagi generasi muda Tanggamus untuk memperoleh pengalaman profesional, meningkatkan kemampuan, serta mengenal budaya kerja yang berbeda.
“Jepang menjadi salah satu tujuan yang kami harapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Mereka harus mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kedisiplinan, bekerja keras, dan menunjukkan bahwa lulusan SMK Muhammadiyah Kotaagung mampu bersaing,” tegasnya.
Saipi juga menyampaikan terima kasih kepada PT Tri Tunggal Nuansa Primatama yang telah bekerja sama dengan pihak sekolah dalam membuka kesempatan penempatan kerja bagi para lulusan. Ia berharap kemitraan tersebut terus terjalin dan semakin banyak memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Tri Tunggal Nuansa Primatama atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan kepada para lulusan kami. Mudah-mudahan kemitraan ini terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak yang mendapatkan peluang kerja sesuai dengan kemampuan mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya dilihat dari jumlah siswa yang lulus, tetapi juga dari kemampuan sekolah mengantarkan mereka menuju kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan kejuruan.
Selain penempatan kerja ke Jepang dan Malaysia, SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung juga berupaya memperluas pengalaman siswa melalui praktik kerja lapangan, pemagangan, serta kemitraan dengan berbagai sektor, termasuk perhotelan dan dunia usaha lainnya. Langkah tersebut diharapkan membuat siswa semakin mengenal kondisi kerja yang sesungguhnya sebelum menyelesaikan pendidikan.
Dengan jumlah peserta didik yang mencapai sekitar seribu siswa, sekolah ini terus mendorong pengembangan kompetensi dan kesiapan kerja sebagai bagian dari proses pembelajaran. Para siswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, etos kerja, dan sikap profesional.
Bagi 10 peserta yang akan menuju Jepang, kesempatan tersebut menjadi tanggung jawab besar sekaligus kebanggaan tersendiri. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya, mengembangkan kemampuan, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh keluarga, sekolah, dan mitra penempatan kerja.
Saipi berpesan agar seluruh peserta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan di tempat kerja. Perbedaan bahasa, budaya, dan kebiasaan menuntut mereka untuk terus belajar, menjaga sikap, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Anak-anak harus selalu ingat tujuan mereka berangkat. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, patuhi aturan, jaga nama baik keluarga dan sekolah, serta jangan mudah putus asa. Jadikan kesempatan ini sebagai jalan untuk belajar dan membangun masa depan,” pesannya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta agar menjaga kesehatan, memastikan dokumen kerja dan keimigrasian sesuai ketentuan, serta memahami hak dan kewajiban sebagai pekerja. Apabila menghadapi kendala, peserta diminta berkomunikasi dengan pihak yang berwenang dan menggunakan saluran bantuan resmi.
Sementara itu, peserta yang menuju Malaysia juga diharapkan menunjukkan semangat dan tanggung jawab yang sama. Baik di Jepang maupun Malaysia, para lulusan diharapkan mampu bekerja secara profesional, menjaga keselamatan diri, dan memanfaatkan pengalaman untuk meningkatkan kualitas hidup.
Melalui program tersebut, SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung ingin terus memperkuat perannya sebagai sekolah kejuruan yang berorientasi pada masa depan lulusan. Kerja sama dengan berbagai mitra diharapkan menjadi jembatan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja, sehingga semakin banyak siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier setelah lulus.
Pelepasan 103 PMI ini pun menjadi momentum penting bagi sekolah, para peserta, dan keluarga mereka. Dengan persiapan yang matang, pendampingan yang baik, serta tanggung jawab bersama, kesempatan bekerja di luar negeri diharapkan menjadi awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Bagi SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung, keberhasilan sesungguhnya bukan sekadar mengantarkan siswa menyelesaikan pendidikan, melainkan membuka jalan agar mereka mampu melangkah mandiri dan meraih masa depan.
Jurnalis : (Erwin).