Tanggamus (Medinas_News) — Pemerintah Kabupaten Tanggamus mulai memperkuat pola perencanaan pembangunan yang lebih kolaboratif melalui peluncuran WARUNG RIMBUN (Wadah Urun Rembuk Perencanaan dan Inovasi Pembangunan). Inovasi ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan gagasan, menyelaraskan data, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
Peluncuran WARUNG RIMBUN berlangsung di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus, Rabu (28/10/2026), dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama kolaborasi perencanaan pembangunan berkelanjutan, serta dihadiri staf ahli bupati, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan camat se-Kabupaten Tanggamus.
Dalam sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., yang dibacakan Wakil Bupati Agus Suranto, ditegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif atau menghasilkan tumpukan dokumen tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan pembangunan daerah bukanlah sekadar rutinitas administratif tahunan, atau sekadar menyusun dokumen belaka. Perencanaan yang baik harus mampu menjawab persoalan riil di tengah masyarakat, berbasis data yang akurat, terintegrasi, serta berorientasi pada hasil nyata yang membawa kemaslahatan,” demikian pesan Bupati.
Menurut Bupati, WARUNG RIMBUN dirancang sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan untuk duduk bersama membahas kebutuhan daerah sekaligus merumuskan langkah penyelesaian yang lebih terarah.
“WARUNG RIMBUN hadir bukan untuk menambah alur birokrasi, melainkan sebagai simpul kolaborasi,” tegasnya.
Melalui inovasi ini, Pemkab Tanggamus ingin memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu meninggalkan ego sektoral, menyatukan persepsi, serta memperkuat koordinasi agar program yang disusun benar-benar menjawab prioritas kebutuhan masyarakat.
Bupati juga mengingatkan agar WARUNG RIMBUN tidak berhenti pada peluncuran dan penandatanganan komitmen semata. Wadah tersebut diharapkan segera bekerja membahas persoalan strategis, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan industri daerah, hingga pemerataan infrastruktur dasar.
Dalam pengelolaan persampahan, misalnya, dibutuhkan langkah terpadu yang mencakup perubahan perilaku masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana, serta penguatan regulasi melalui pengesahan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS).
Sementara itu, pengembangan industri daerah perlu didukung perencanaan yang matang melalui penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK). Adapun pemerataan infrastruktur dasar membutuhkan perencanaan berbasis wilayah, sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan data yang akurat dan mutakhir.
Berbagai persoalan tersebut dinilai tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu OPD. Diperlukan keterlibatan lintas sektor dan kontribusi berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan lebih terukur, efektif, serta berkelanjutan.
Dengan diluncurkannya WARUNG RIMBUN, Pemkab Tanggamus berharap proses perencanaan pembangunan semakin terbuka terhadap aspirasi, lebih kuat dalam penggunaan data, dan mampu menyatukan potensi daerah menjadi program yang memberikan manfaat nyata.
“Mari kita satukan data, petakan potensi, dan rencanakan pembangunan bersama-sama untuk kemajuan Tanggamus tercinta, demi anak cucu dan generasi mendatang,” demikian pesan Bupati.
Peluncuran WARUNG RIMBUN menjadi langkah awal untuk membangun budaya perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada penyusunan program, tetapi juga pada ketepatan sasaran, kolaborasi, dan hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Tanggamus.
Jurnalis : (Erwin).