Polantas Wawai, Sikeling Berbagi Terus Bergerak, Ditlantas Polda Lampung Hadirkan Pelayanan Humanis dan Penuh Kepedulian

Bandar Lampung DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU

Bandar Lampung (Medinas_News) — Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Terkadang, perhatian sederhana yang dilakukan dengan ketulusan justru mampu menghadirkan makna mendalam bagi sesama. Semangat itulah yang terus ditunjukkan jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung melalui program “Polantas Wawai, Sikeling Berbagi”, Jumat (6/11/2026).

Di tengah kesibukan menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, jajaran Sie SIM Subditregident Ditlantas Polda Lampung kembali menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya sebatas memberikan pelayanan administrasi dan menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial serta upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di tiga titik pelayanan, yakni SIM Keliling 01 di Transmart Bandar Lampung, SIM Keliling 02 di kawasan Tugu Juang Bandar Lampung, serta pelayanan SKUKP di seputaran Pramuka, Rajabasa.

Program Polantas Wawai, Sikeling Berbagi menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Ditlantas Polda Lampung dalam menghadirkan sosok polisi yang tidak hanya tegas dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian dan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

Kasi SIM Subditregident Ditlantas Polda Lampung, AKP Rudi S., S.H., M.H., mewakili Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen jajaran Ditlantas Polda Lampung untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan positif dan penuh manfaat.

Menurut AKP Rudi, pelayanan kepolisian harus dibangun dengan pendekatan yang humanis. Kehadiran Polantas di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjalankan kewajiban kedinasan, melainkan juga memberikan rasa nyaman, menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat.

“Melalui program Polantas Wawai, Sikeling Berbagi ini, kami ingin terus menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Kami berharap keberadaan Polantas tidak hanya dirasakan ketika memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang dapat mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan,” ujar AKP Rudi.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memiliki makna besar. Sebab, menurutnya, hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui komunikasi formal, tetapi juga membutuhkan sentuhan kemanusiaan dan tindakan nyata.

“Bagi kami, berbagi bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang ketulusan dan kepedulian. Kami ingin terus menumbuhkan semangat saling membantu, menjaga silaturahmi dan menciptakan hubungan yang semakin dekat antara Polantas dengan masyarakat,” tambahnya.

AKP Rudi juga menegaskan bahwa masyarakat merupakan mitra penting Polri dalam mewujudkan keamanan, ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Oleh karena itu, pelayanan yang ramah, santun dan profesional harus terus menjadi bagian dari komitmen personel dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, melalui pendekatan yang lebih dekat dan bersahabat, diharapkan masyarakat semakin nyaman dalam berinteraksi dengan petugas serta semakin percaya terhadap pelayanan kepolisian.

Kegiatan Polantas Wawai, Sikeling Berbagi sekaligus menjadi gambaran bahwa di balik rutinitas pelayanan SIM Keliling, terdapat semangat pengabdian yang lebih luas. Personel tidak hanya hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat, tetapi juga membawa pesan kepedulian, kebersamaan dan semangat saling membantu.

Dari kawasan Transmart, Tugu Juang hingga Pramuka Rajabasa, semangat yang dibangun tetap sama, yakni membantu sesama, mempererat tali silaturahmi serta menciptakan kedekatan antara Polantas dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Lampung terus berupaya memperkuat citra pelayanan kepolisian yang humanis, responsif dan mengayomi. Sebuah pendekatan yang menempatkan masyarakat bukan sekadar penerima pelayanan, melainkan bagian penting dari keluarga besar yang harus dirangkul dan diperhatikan.

Sebab, pengabdian sejati bukan hanya tentang seberapa besar kewenangan yang dimiliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan.

Dengan semangat Polantas Wawai, Sikeling Berbagi, Ditlantas Polda Lampung ingin terus membuktikan bahwa kehadiran Polantas bukan hanya untuk mengatur perjalanan di jalan raya, tetapi juga untuk menghadirkan kepedulian, menebarkan kebaikan dan membangun kedekatan yang tulus bersama masyarakat.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *