Proyek Revitalisasi SDN 01 Papan Rejo Rp1 Miliar Diduga Jadi Ajang KKN, Suami Kepsek Ikut Campur

DAERAH LAMPUNG Lampung Utara TERBARU

LAMPUNG UTARA (MDs_News) – Pembangunan SDN 01 Papanrejo, Kecamatan Abung Timur, melalui anggaran Revitalisasi APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah senilai Rp1.064.618.949 diduga menjadi ajang KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang melibatkan Kepala Sekolah, Surati.

Dugaan tersebut mencuat setelah di lapangan ditemukan Lasidi, suami Kepala Sekolah, yang kerap bolak-balik mengawasi dan mengarahkan para pekerja bangunan. Salah seorang pekerja, Bambang, menyebut Lasidi sebagai pihak yang memimpin pekerjaan.

“Bosnya Pak Lasidi, suaminya kepala sekolah sini,” ujar Bambang.

Keterangan tersebut diperkuat oleh rekannya, Andika, yang menyebut pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dilakukan langsung oleh suami Kepala Sekolah.

Kenyataan ini mengabaikan pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengenai fungsi P2SP yang melibatkan unsur guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan masyarakat atau wali murid dalam perencanaan Teknis, serta pengawasan proyek.

Selain dugaan KKN, pelaksanaan proyek juga diduga diwarnai berbagai pelanggaran. Di antaranya tidak diterapkannya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang merupakan standar keselamatan dalam proyek konstruksi untuk melindungi pekerja, aset, dan lingkungan dari risiko kecelakaan. Penerapan K3 meliputi penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), penyusunan Analisis Keselamatan Kerja (JSA), pelatihan rutin, serta kepatuhan terhadap regulasi pemerintah yang berlaku. Di lokasi proyek juga tidak ditemukan papan informasi proyek.

Ironisnya, proses belajar mengajar selama pembangunan berlangsung dinilai terkesan asal-asalan. Para siswa dari tiga kelas ditempatkan dalam satu ruangan sempit tanpa penyekat, sehingga guru maupun siswa terlihat tidak nyaman saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kondisi tersebut disayangkan oleh sejumlah orang tua atau wali murid. Mereka mengaku telah menyampaikan keberatan, namun tidak mendapat tanggapan dari Kepala Sekolah.

“Iya memang ada pemberitahuan, tapi hanya lewat grup WhatsApp, tidak sosialisasi secara langsung,” ujar salah seorang wali murid yang ditemui di sekolah sementara tersebut.

Menurutnya, keresahan itu telah disampaikan para orang tua melalui dewan guru karena mereka tidak berani menyampaikan secara langsung kepada Kepala Sekolah.

“Apa lagi ini akan berlangsung lama bahkan bisa sampai satu semester, gimana mau belajar dengan efektif kalau empet-empetan tanpa sekat gini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Papan Rejo, Surati, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sekolahnya sedang menjalani program revitalisasi.

“Ia rehab 7 ruang kelas, perpustakaan, administrasi dan kamar mandi, serta pengelolaan lingkungan,” terangnya.

Surati juga mengakui kondisi ruang belajar sementara kurang layak. Ia mengatakan akan segera memasang sekat ruangan agar siswa kelas satu dan kelas lainnya dapat belajar di ruang yang terpisah. (Rama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *