Alarm Keras Program MBG..!! Delapan Siswa SMPN 1 Talang Padang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Diduga Keracunan MBG di SMPN 1 Talang Padang, Sejumlah Siswa Dilarikan ke Puskesmas, Pemkab Minta Penanganan Cepat dan Investigasi Menyeluruh

Tanggamus (Medinas_News) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanggamus kembali menjadi sorotan setelah sedikitnya delapan siswa SMP Negeri 1 Talang Padang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan oleh penyelenggara program tersebut, Rabu (22/07/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima, para siswa yang diduga mengalami keracunan berasal dari beberapa kelas, yakni Helda Fellysia dan Leonardho Hardanis Patra (Kelas 7.7), Vikri Al Ghifari (7.8), Daffa Abrar Abilal, Ralan Dinata, Bilal Sadat Alfarezi (7.3), Chalistian Rivanno (7.6), serta Aiman Faiq Al Hafiz (9.5).

Pihak SMP Negeri 1 Talang Padang bergerak cepat dengan membawa para siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Talang Padang untuk mendapatkan penanganan medis. Dugaan sementara, para siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari Program MBG yang dikelola oleh SPPG Sinar Betung.

Peristiwa ini sontak menimbulkan kekhawatiran para orang tua murid. Mereka berharap pemerintah segera mengusut penyebab pasti kejadian tersebut dan memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada peserta didik.

Menanggapi kejadian itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, S.T., M.T., M.M., mengatakan pemerintah daerah telah menerima laporan awal dan meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat menangani para siswa serta melakukan investigasi terhadap penyebab kejadian tersebut.

“Kesehatan dan keselamatan anak-anak merupakan prioritas utama. Kami meminta seluruh pihak terkait segera melakukan penanganan medis kepada siswa yang terdampak. Penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, distribusi hingga penyajian makanan. Jika ditemukan adanya kelalaian, tentu harus dievaluasi dan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Hendra.

Ia juga meminta agar sampel makanan segera diperiksa oleh instansi yang berwenang sehingga penyebab pasti dugaan keracunan dapat diketahui berdasarkan hasil laboratorium, bukan sekadar dugaan.

Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak tidak boleh mengabaikan standar keamanan pangan. Proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, distribusi hingga penyajian harus diawasi secara ketat agar tidak justru membahayakan kesehatan para siswa.

Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih menjalani pemeriksaan dan penanganan medis. Belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG Sinar Betung terkait dugaan penyebab insiden tersebut. Pemerintah daerah bersama dinas terkait masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *