MUARA INDAH BERGELIAT! 50 Perahu Hias Semarakkan Laut Tanggamus, Wisata Pesisir Mulai Dibangun dari Tangan Nelayan

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Laut bukan hanya tempat nelayan mencari nafkah. Di tangan pemerintah dan masyarakat yang mampu melihat potensi, laut bisa menjadi wajah pariwisata, sumber pertumbuhan UMKM, sekaligus pintu baru bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Semangat itulah yang terasa kuat di Pantai Muara Indah, Teluk Semaka, Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Jumat (14/08/2026). Sebanyak 50 perahu nelayan berhias memenuhi perairan Muara Indah dalam Parade Perahu Hias yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, kemeriahan tersebut bukan sekadar pesta rakyat. Di balik warna-warni perahu yang bergerak di atas Teluk Semaka, ada sebuah pesan besar: Tanggamus sedang berusaha mengubah potensi pesisir menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Launching Seafood Muara Indah atau Sentra Kuliner Muara Indah, makan bersama nelayan, serta pameran berbagai produk kuliner, kerajinan dan UMKM masyarakat.

Bupati Tanggamus Drs. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Tanggamus Dra. Hj. Siti Mahmudah Saleh, M.Pd., hadir langsung menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut.

Bupati bahkan turun langsung meninjau stan-stan UMKM. Berbagai produk masyarakat dipamerkan, memperlihatkan bahwa potensi ekonomi Tanggamus sesungguhnya tidak hanya berada di pusat kota, tetapi juga tumbuh dari tangan masyarakat pesisir.

Di tengah geliat tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus di bawah kepemimpinan Darma Setiawan layak mendapat apresiasi. Sebab, sektor perikanan tidak lagi hanya dipandang dari berapa banyak ikan yang ditangkap nelayan, tetapi mulai diarahkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas—dari hasil laut, kuliner, UMKM hingga wisata pesisir.

Langkah ini sejalan dengan upaya Dinas Perikanan dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat nelayan dan pengembangan potensi perikanan secara lebih terintegrasi.

Bupati Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan, terutama para nelayan yang menghias dan mengarak perahu mereka.

Menurutnya, parade tersebut bukan sekadar tontonan. Kreativitas para nelayan justru dapat menjadi bagian dari modal awal membangun wisata bahari Muara Indah.

“Peluang wisata yang ada ini nanti kita akan kembangkan, insya Allah. Mulai dari sekarang akan kita pikirkan bagaimana mengembangkan wisata ini supaya betul-betul menjadi daya tarik untuk orang datang ke Muara Indah,” ujar Bupati.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Muara Indah sedang diarahkan bukan hanya sebagai tempat masyarakat menikmati laut, tetapi sebagai destinasi wisata yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa ketika sebuah kawasan hendak dijadikan destinasi wisata, maka kebersihan, keamanan dan lingkungan harus menjadi prioritas.

“Yang pasti, destinasi wisata kita cukup potensial untuk kita kembangkan, insya Allah. Maka, mulai hari ini, tolong semua yang terlibat di daerah ini harus menjaga kebersihan, menjaga keamanan, menjaga lingkungan. Karena inilah yang akan kita jual: lingkungan, keamanan, dan kebersihan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus Darma Setiawan melalui laporan yang dibacakan Sekretaris Dinas Perikanan sekaligus Ketua Panitia, Rakhman Husin, menyampaikan bahwa parade diikuti 50 perahu nelayan wilayah Kota Agung.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi nelayan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, nelayan dan masyarakat.

Yang menarik, peresmian Seafood Muara Indah menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. Sentra kuliner tersebut diisi para pelaku UMKM yang berada di kawasan Taman Wisata Muara Indah dan diarahkan untuk mengangkat hasil tangkapan nelayan Tanggamus menjadi sajian kuliner yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Dari laut, masuk ke dapur. Dari dapur, masuk ke meja makan. Dari meja makan, bergerak menjadi ekonomi masyarakat.

Konsep sederhana tersebut berpotensi menciptakan efek berganda bagi masyarakat pesisir. Nelayan memiliki pasar, UMKM mendapatkan ruang usaha, wisatawan memperoleh pengalaman kuliner khas pesisir, sementara kawasan Muara Indah memiliki daya tarik baru.

Dukungan terhadap geliat ekonomi masyarakat juga datang dari sektor perbankan. PT Bank Lampung dan PT BPR Syariah Tanggamus menyerahkan bantuan CSR berupa booth container gerai berjualan bagi pelaku UMKM di kawasan Muara Indah.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi benar-benar menjadi fasilitas yang mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha.

Bagi Dinas Perikanan Tanggamus, momentum ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan sektor perikanan membutuhkan cara pandang yang lebih luas. Nelayan bukan hanya penerima bantuan, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian penting dari rantai ekonomi daerah.

Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan yang sebelumnya dikembangkan Darma Setiawan dalam penguatan hasil perikanan tangkap dan peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pendekatan kawasan dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan.

Kinerja Dinas Perikanan dalam mengawal kepentingan masyarakat pesisir juga terlihat dari berbagai upaya koordinasi dan penyelesaian persoalan nelayan. Pada persoalan zonasi penangkapan ikan, misalnya, Dinas Perikanan yang dipimpin Darma Setiawan memfasilitasi mediasi antarkelompok nelayan untuk mencegah konflik sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Kini, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan semangat yang lahir dari Muara Indah tidak berhenti pada seremoni.

Parade perahu boleh selesai. Panggung boleh dibongkar. Tetapi denyut ekonominya harus terus hidup.

Muara Indah harus terus dibenahi, UMKM harus terus diberi ruang, hasil laut harus semakin bernilai, dan nelayan harus menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi pesisir.

Jika semua bergerak bersama, bukan tidak mungkin Muara Indah kelak dikenal bukan hanya karena keindahan Teluk Semaka, tetapi karena menjadi salah satu wajah baru wisata pesisir dan ekonomi kerakyatan Kabupaten Tanggamus.

Dan dari 50 perahu yang hari ini menghiasi laut itu, mungkin sedang dimulai sebuah perjalanan panjang: perjalanan membawa Tanggamus dari sekadar memiliki potensi laut, menjadi daerah yang benar-benar mampu menghidupkan laut untuk kesejahteraan rakyat.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *